Diskusi Rahasia Serangan AS ke Houthi Bocor ke Publik

Bandar Togel Terbaik, Situs Togel Terpercaya, Agen Togel Terpercaya

diskusi-rahasia-serangan-as-ke-houthi-bocor-ke-publik

Diskusi Rahasia Serangan AS ke Houthi Bocor ke Publik

Bandar Togel Terbaik Sebuah diskusi internal pejabat keamanan tingkat tinggi AS mengenai serangan udara terhadap Houthi di Yaman bocor ke publik setelah pemimpin redaksi The Atlantic, Jeffrey Goldberg, secara tidak sengaja ditambahkan ke dalam grup obrolan Signal yang seharusnya bersifat rahasia.

Serangan yang dimulai pada 15 Maret 2025 ini dibahas secara rinci dalam grup tersebut. Menteri Pertahanan Pete Hegseth membagikan informasi tentang target, jenis senjata, serta waktu serangan. Beberapa hari kemudian, setelah pemerintah bersikeras bahwa informasi dalam grup itu bukan rahasia, Goldberg memutuskan untuk menerbitkan hampir seluruh percakapan tersebut agar publik bisa menilai sendiri.

Rencana Serangan yang Terbongkar

Pesan-pesan dalam grup membahas detail operasi militer AS di Yaman, termasuk jadwal peluncuran pesawat tempur F-18 serta parameter serangan berbasis pemicu, seperti tanda visual tertentu sebelum senjata dikerahkan. Menurut Glenn Gerstell, mantan penasihat hukum NSA, informasi ini jelas tergolong rahasia pada saat itu.

Diskusi Rahasia Serangan AS ke Houthi Bocor ke Publik

Gedung Putih bersikeras bahwa percakapan tersebut bukan merupakan “rencana perang”. Hegseth bahkan menegaskan bahwa informasi yang dirilis tidak mencantumkan nama, target spesifik, lokasi, atau metode intelijen.

Target Houthi dan Akurasi Serangan

Dalam salah satu pesan, Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz menyampaikan hasil serangan, menyebutkan bahwa sebuah bangunan yang menjadi sasaran telah hancur. Target serangan diyakini sebagai seorang “penerbang rudal” Houthi yang tengah mengunjungi rumah pacarnya. Waltz memberikan apresiasi kepada Hegseth serta komunitas intelijen atas keberhasilan serangan tersebut.

Meski tidak disebutkan bagaimana target dilacak, para pakar meyakini kombinasi teknologi udara, intelijen manusia, atau metode lain digunakan dalam operasi ini. AS melaporkan bahwa serangan awal mereka menghantam lebih dari 30 target, termasuk fasilitas pelatihan, lokasi penyimpanan senjata, dan pusat komando Houthi.

Aktivitas CIA di Yaman

Percakapan lain dalam grup menunjukkan bahwa CIA turut berperan dalam operasi ini. Direktur CIA John Ratcliffe menyebut bahwa lembaganya “memobilisasi aset” untuk membantu serangan tanpa mengganggu operasi intelijen di Yaman. Istilah “aset” dalam konteks ini bisa merujuk pada mata-mata atau teknologi pemantauan seperti drone pengintai.

Mick Mulroy, mantan pejabat Departemen Pertahanan, menilai bahwa informasi ini sangat sensitif karena menunjukkan fokus operasi CIA. Ratcliffe kemudian menegaskan di hadapan Kongres bahwa ia tidak membocorkan informasi rahasia dalam grup tersebut.

Awal Mula Kebocoran Informasi

Kesalahan fatal terjadi pada 13 Maret 2025, ketika Jeffrey Goldberg secara tidak sengaja ditambahkan ke dalam grup “Houthi PC small group” oleh Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz. Grup ini beranggotakan pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, serta Direktur CIA.

Goldberg baru menyadari keberadaannya dalam grup tersebut setelah serangan dimulai dan menggambarkan kejadian ini sebagai “sangat sembrono.” Setelah percakapan ini terungkap, Gedung Putih mengakui adanya kesalahan komunikasi, tetapi menegaskan bahwa informasi yang dibagikan bukanlah rahasia negara.

Publikasi percakapan ini memicu perdebatan luas mengenai keamanan informasi di lingkup pemerintahan dan sejauh mana transparansi dapat berjalan tanpa membahayakan operasi militer yang sedang berlangsung.

 

Bandar Togel Terbaik | Situs Togel Terpercaya | Agen Togel Terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *