Sekutu Ukraina Minta Indonesia Kirim Pasukan, Ini Respons RI

Bandar Togel Terbaik, Situs Togel Terpercaya, Agen Togel Terpercaya

sekutu-ukraina-minta-indonesia-kirim-pasukan-ini-respons-ri

Sekutu Ukraina Minta Indonesia Kirim Pasukan, Ini Respons RI

Casino Online – Sekutu-sekutu Barat yang mendukung Ukraina baru-baru ini dilaporkan meminta Indonesia untuk ikut mengerahkan pasukan penjaga perdamaian di bawah naungan PBB ke perbatasan Rusia-Ukraina.

Namun, pemerintah Indonesia dengan tegas mengonfirmasi bahwa tidak ada permintaan resmi yang masuk terkait hal tersebut. Berdasarkan laporan dari La Repubblica dan media Ukraina, uatv.ua, sekutu-sekutu Ukraina disebutkan telah mengusulkan agar pasukan penjaga perdamaian dari beberapa negara, termasuk Indonesia, India, Brasil, dan Arab Saudi, ikut diturunkan dalam misi ini.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pasukan penjaga perdamaian yang akan digerakkan ini akan bekerja bersama pasukan dari “Koalisi yang Bersedia” yang terdiri dari negara-negara Eropa. Tugas mereka adalah mengamankan perbatasan Ukraina dengan Uni Eropa jika ada kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.

Sekutu Ukraina Minta Indonesia Kirim Pasukan, Ini Respons RI

Namun, Rolliansyah Soemirat, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, menyatakan bahwa “kami belum menerima permintaan resmi dari pihak mana pun” terkait kehadiran pasukan penjaga perdamaian Indonesia di perbatasan Rusia dan Ukraina.

Pasukan “Koalisi yang Bersedia” ini akan dipimpin oleh Inggris Raya dan Prancis, dan diperkirakan mencakup sekitar 10.000 hingga 30.000 tentara NATO yang akan bertugas untuk memantau dan mengamankan perbatasan, serta mencegah agresi lebih lanjut dari Rusia.

Namun, reaksi keras datang dari Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia, yang memperingatkan bahwa kehadiran pasukan NATO di Ukraina, bahkan sebagai “pasukan penjaga perdamaian”, akan dianggap sebagai perang langsung antara blok NATO dan Moskow. Medvedev bahkan menyebut Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer “berpura-pura bodoh” dengan mengusulkan pengerahan tentara NATO ke Ukraina. “Berkali-kali mereka diberitahu bahwa penjaga perdamaian harus dari negara-negara non-NATO,” ujar Medvedev dengan marah.

Sebelumnya, Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, juga menegaskan bahwa pengerahan personel militer NATO ke Ukraina, meskipun dengan label “penjaga perdamaian”, akan dianggap sebagai keterlibatan langsung dan tidak terselubung dalam konflik melawan Rusia.

Situs Togel Terpercaya | Bandar Togel Online Agen Togel Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *