Nggak Sangka Buruh Pabrik Ini Kini Punya Harta Rp 17 Triliun

Togel Online Terbaik, Agen Togel Terpercaya, Bandar Togel Terbaik

nggak-sangka-buruh-pabrik-ini-kini-punya-harta-rp-17-triliun

Nggak Sangka Buruh Pabrik Ini Kini Punya Harta Rp 17 Triliun

Judi Togel Online – Kesuksesan dapat diraih siapa saja sepanjang ia senang bekerja keras dan pandai membaca peluang. Hal ini telah dibuktikan oleh seorang mantan buruh pabrik yang kini menjadi BANJIR SKETER DISINI pengusaha sukses bernama Zhang Xin.

Zhang Xin merupakan bos sekaligus co-founder pengembang real estate Soho China. Ia pertama kali mendirikan perusahaan itu bersama dengan sang suami, Pan Shiyi.

Berkat kepemilikannya di perusahaan, Zhang Xin ditaksir punyai kekayaan senilai US$ 1,1 miliar atau setara bersama dengan Rp 17,38 triliun (kurs Rp 15.800/dolar AS) walau dirinya tercatat telah mengundurkan diri dari perusahaan terhadap 2022 lalu.

Kekayaan yang didapatkannya saat ini adalah buah dari kerja kerasnya di era muda. Sebab wanita kelahiran 1965 ini berasal dari keluarga sederhana yang tumbuh sepanjang Revolusi Kebudayaan China (gerakan sosiopolitik komunis yang berlangsung di Tiongkok terhadap 1966-1976).

Nggak Sangka Buruh Pabrik Ini Kini Punya Harta Rp 17 Triliun

Zhang Xin muda harus merasakan sistem komunis di mana seluruh pekerjaan diatur oleh pemerintah bersama dengan besaran gaji yang sama, tanpa lihat pendidikan. Saat itu ia bersama dengan sang ibu sempat dikirim pemerintah China ke pedesaan untuk bekerja, saat ayah dan saudara laki-lakinya selalu di Beijing.

Tidak tahan bersama dengan keadaan yang serba diatur pemerintah, terhadap 1980 Zhang dan keluarganya ganti dari Beijing ke Hong Kong. Pada saat Hong Kong sendiri masih menjadi koloni Inggris supaya tidak menganut sistem komunis seperti China.

Ia yang baru berusia 15 tahun mulai merasakan kehidupan baru yang lebih bebas. Untuk menyambung hidup, ia pun bekerja di pabrik dan beragam macam pekerjaan sampingan lainnya. Meski melelahkan, Zhang mulai ini masih lebih baik ketimbang tinggal di Beijing.

“Saya sangat mulai bebas di Hong Kong. Saya dapat membeli apa pun yang mengidamkan saya beli, saya dapat makan apa pun yang mengidamkan saya makan, dan saya dapat memakai apa pun yang mengidamkan saya pakai,” katanya kepada CNBC.

Tidak berpuas diri, Zhang Xin sesudah itu mengambil keputusan untuk ganti ke Inggris manfaat menempuh pendidikan. Hal ini ia laksanakan meski saat itu belum dapat berbahasa Inggris sama sekali.

“Bukan saja saya tidak mengenal siapa pun, saat itu saya termasuk tidak dapat berkata Inggris. Jadi, terlepas dari seluruh idaman saya untuk mendapatkan pendidikan dan menjauh dari pabrik, saya berakhir di ‘planet’ baru ini. Saya ingat betul malam pertama saya hingga di sana, saya duduk di atas koper saya dan menangis. Karena saya sangat mulai takut,” ujarnya.

Tidak hanya susah untuk mengatur diri di lingkungan baru, ia termasuk harus mencari uang untuk bertahan hidup. Akhirnya Zhang bekerja di toko ikan dan keripik tradisional Inggris yang dikelola oleh pasangan Tionghoa.

Singkat cerita Zhang sesudah itu berkuliah di Sussex University jurusan Ekonomi terhadap 1987. Lalu dirinya termasuk sukses menyita gelar magister (S2) jurusan pembangunan ekonomi di Cambridge University terhadap 1992.

Tiga tahun setelahnya, terhadap 1995 ia bersama dengan Pan Shiyi mendirikan perusahaan real estate bernama Hongshi. Perusahaan ini sukses mendapatkan beragam macam proyek besar dan meraih kesuksesan dalam saat singkat.

Barulah terhadap 2002 perusahaan ini berubah nama menjadi SOHO dan tetap menorehkan prestasi di bidang pengembangan properti. Dari sana lah Zhang Xin sukses memengaruhi hidupnya dari seorang pekerja pabrik menjadi konglomerat ternama China.

Sukses menjadi tidak benar satu wanita paling kaya di China, Zhang ternyata tidak pernah lupa untuk berbagi bersama dengan sesama. Dalam website formal Soho China, ia bersama dengan sang suaminya tercatat telah mendirikan SOHO China Foundation terhadap 2005 selanjutnya yang berfokus dalam menambahkan bantuan pendidikan di Tiongkok.

Pada 2014 yayasan ini sesudah itu meluncurkan beasiswa SOHO China yang menambahkan bantuan keuangan kepada para mahasiswa sarjana (S1) di universitas-universitas internasional terkemuka.

Hingga saat ini beasiswa SOHO China telah menolong banyak mahasiswa China yang berkuliah di Harvard, Yale, dan Universitas Chicago. Rata-rata beasiswa ini menolong lebih kurang 50 pelajar Tiongkok per tahun.

Di luar itu Zhang Xin kini termasuk terlibat bersama dengan beragam organisasi dan menjabat sebagai Anggota MoMA (Museum of Modern Art) dan Anggota Dewan Bisnis Asia. Ia termasuk menjabat sebagai Anggota Forum Ekonomi Dunia Davos dan Anggota Dewan Penasihat Global Harvard.

Kemudian Zhang Xin meraih gelar Doktor Hukum kehormatan dari Universitas Sussex dan pernah menjabat sebagai peneliti tamu di Harvard Kennedy School. Masih belum cukup, Zhang Xin dan Pan Shiyi termasuk menjadi bagian Koalisi Energi Terobosan yang dipelopori oleh Bill Gates.

Poker Online Uang Asli | Live Poker Indonesia | Judi Poker Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *