Lima Mata Uang yang Terganggu Gegara Dolar AS Meroket

Poker Online, Togel Singapura, Togel Hongkong

lima-mata-uang-yang-terganggu-gegara-dolar-as-meroket

Lima Mata Uang yang Terganggu Gegara Dolar AS Meroket

Agen Poker Terpercaya – Dolar AS akhir-akhir ini meroket karena perekonomian yang kuat, inflasi yang tinggi, dan ketegangan geopolitik. Sejumlah pasar global pun terdampak hal tersebut, di mana saja?
Dolar AS diketahui berada pada level tertinggi sejak November terhadap beberapa mata uang utama. Dolar AS seolah bersiap untuk meraih kenaikan selama empat bulan berturut-turut. Menguatnya dolar AS menunjukkan betapa sensitifnya pasar mata uang global terhadap ekspektasi penurunan suku bunga AS dan perubahan suku bunga relatif.

“Kami memantau arus investor, dan pembelian dolar AS sejak rilis CPI menguat,” kata Kepala Strategi Makro Eropa State Street Global Markets, Tim Graf, dikutip dari Reuters, Selasa (23/4/2024).

1. Jepang dan Korea Selatan

Satu dolar AS kini di bawah 155 yen, ini merupakan nilai terkuat dolar sejak 1990. Meski Jepang telah mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya pada Maret 2024, kesenjangan antara suku bunga Jepang dan AS tetap lebar dan diperkirakan bakal bertahan selama beberapa waktu sehingga yen tetap lemah. Walhasil, Yen disebut sebagai mata uang negara-negara G-10 dengan kinerja terburuk tahun ini, nilainya merosot 9%.

Lima Mata Uang yang Terganggu Gegara Dolar AS Meroket

Adapun untuk pasar Korea Selatan, dolar AS menguat 7% terhadap won dalam sebulan terakhir dan berada pada level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Pada pekan lalu AS, Jepang dan Korea Selatan sepakat untuk berkonsultasi intensif mengenai pasar mata uang.

“Pernyataan seperti ini menunjukkan bahwa jika Kementerian Keuangan Jepang atau otoritas setara di Korea Selatan ingin melanjutkan dan memoderasi volatilitas nilai tukar mereka, AS tidak akan keberatan,” kata Kepala FX dan Strategi Pasar Negara Berkembang Morgan Stanley, James Lord.

2. China dan Negara Berkembang di Asia

Penguatan dolar AS menyebabkan masalah di seluruh pasar keuangan Asia. Mata uang rupee India dan dong Vietnam berada pada titik terlemah. Rupiah Indonesia bahkan berada pada titik terendah dalam empat tahun terakhir, Bank Indonesia pun sedang membicarakan kemungkinan intervensi pasar, hal ini umum terjadi di berbagai negara berkembang.

Selain itu, para pedagang juga mengamati yuan China yang beredar di dalam maupun luar negeri, sebab mata uang tersebut mengalami depresiasi yang jauh lebih kecil dibandingkan mata uang lain.

Pelemahan yuan disebut bakal membantu eksportir, meskipun akan mendorong keluarnya arus modal dari negeri tirai bambu ini. Kepala Strategi Suku Bunga dan Mata Uang Asia Bank of America Adrash Sinha pun menilai Yuan adalah mata uang Asia tekanannya paling rendah.”Yuan di luar negeri jelas berada di urutan teratas dalam daftar” kata Adrahsh.

3. Eropa

Euro, yang diperdagangkan di atas US$ 1,06 bukan mata uang yang lemah terhadap dolar AS. Namun sejumlah bank baru-baru ini menurunkan ekspektasi mereka terhadap euro atau dolar AS.

Sebelum data inflasi AS terbaru dirilis, mayoritas pasar melihat Bank Sentral Eropa (ECB) dan The Fed bergerak sejalan dalam menurunkan suku bunga. Namun kini, ECB diproyeksi bakal melakukan pemangkasan suku bunga pada Juni. Ekspektasi The Fed bakal memangkas suku bunga pada September 2024 pun telah mendorong nilai euro ke posisi terendah selama lima bulan terakhir.

“Jika euro terus melemah di bawah $1,05 dan harga minyak naik, maka (euro) akan   mengalami dorongan inflasi, sehingga ECB harus sangat berhati-hati setelah penurunan suku bunga pertama,” kata Kepala Penelitian Korporat FX dan Suku Bunga Societe Generale, Kenneth Broux.

4. Swedia

Meskipun inflasi di Swedia menurun dan mendorong ekspektasi menurunnya suku bunga pada Mei, Deputi Gubernur Bank Sentral Swedia Per Jansson menilai melemahnya mata uang Swedia akan mempengaruhi ekspektasi inflasi.

Krona Swedia melemah sekitar 8% terhadap dolar AS sepanjang tahun 2024. Goldman Sachs pun memperkirakan krona dapat melemah menjadi US$ 11,14 per dolar dalam enam bulan mendatang dibandingkan US$ 10,89 saat ini.

“Narasi yang lebih tinggi dan lebih panjang di AS menciptakan masalah bagi (Riksbank),” kata ahli strategi UBS FX Yvan Berthoux.”Ketika kondisi moneter (di Swedia) mulai melemah dalam waktu dekat, hal ini akan memperlebar perbedaan suku bunga, dan hal ini berdampak negatif bagi mata uang,” sambungnya.

5. Swiss

Franc Swiss telah melemah 7,5% terhadap dolar sepanjang tahun ini dan membuat suku bunga Swiss turun pada Maret. Namun, tidak seperti kebanyakan bank sejenis lainnya, Bank Nasional Swiss (SNB) khawatir mata uangnya, hal ini mengingat saat ini sedang timbul kekhawatiran mengenai kesulitan eksportir.

“Inflasi terus mengejutkan pada sisi negatifnya, sehingga menyiratkan kondisi moneter agak terlalu membatasi, artinya (SNB) senang melihat franc melemah,” kata Berthoux.

 

Situs Poker Terpercaya | Agen Poker Terpercaya | Poker Online Uang Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *